Ibn Al-Haytham

Buku Berusia 1000 Tahun Mengungkap Asal Usul Kamera

Buku yang berusia 1000 tahun mengungkap asal usul terciptanya kamera. Buku ini bukan Al-Quran, Kitap Kuning yang dibaca di pesantren. Buku ini sudah dibaca oleh beberapa ilmuan ternama di dunia yaitu: Galileo Galilei, Johannes Kepler, Rene Descartes dan Leonardo Da Vinci. Buku ini dalam bahasa arab dinamakan “Kitab Al Manazir” dan diterjemahkan kebahasa latin menjadi “Book of Optics

Buku ini merupakan sebuah buku yang paling berpengaruh untuk sejarah sains di Eropa dan seluruh dunia dalam bidang optics. Tanpa adanya buku ini mungkin sekarang tidak ada yang namanya kamera. Menariknya buku ini sudah berusia lebih dari 1000 tahun dan buku ini masih sangat relevan hingga sekarang.

Mengagumkan, kita diseluruh dunia menganggap Newton sebagai bapaknya optik. Sementara buku ini sudah ada sejak 1000 tahun yang lalu.

Mr. San

Siapa penulis buku ini ? orang barat menyebutnya “Al Hazeni” sebutan bahasa latin untuk (Ibnu Al-Haytham 965 – 1040 SM) seorang ilmuan muslim di abad ke 11 dimana orang islam berada dalam masa keemasannya atau orang barat menyebutnya dengan “The Islamic Golden Age

Buku Berusia 1000 Tahun lalu Ibnu Al-Haytham

Ijinkan saya memeperkenalkan Ibn Al-haytham seorang ilmuan hebat yang mempelopori penemuan kamera.

Mr. San

Mungkin bagi kalian Ibn Al-Haytam bukan siapa siapa, bahkan banyak kalangan muslim yang tidak mengenal beliau. Di Eropa beliau sangat terkenal bisa di sejajarkan dengan ilmuan hebat Galio dan Newton karena beliau merupakan pelopor dasar ilmu tentang cahaya. Ibn Al-Haytam disebut juga ” The Father of Optics “. Pada tahun 2015 UNESCO pernah merayakan di International Year of Light untuk mengenang 1000 tahun karya Ibn Al-Haytam.

Saya senang bekerja sama dengan organisasi international “1001 Inventions” untuk meluncurkan kampanye global Ibn Al-Haytham. Untuk mempromosikan ilmu cahaya yang bermanfaat untuk kita bersama. Ilmua dengan trobosoan yang luar biasa sejak 1000 tahun yang lalu. Perjalanan hidup dan karya Ibn Al-Haytam tidak pernah serelevan hari ini.

Director General Unesco

Salah satu temuan Ibn Al-Haytam yang paling merevolusi temuan ilmuan dikala itu adalah menjelaskan tentang “Bagaimana Cara Mata Kita Bekerja“. Sebelum ada temuan beliau ilmuan yunani seperti Plato percaya bahwa mata kita mengeluarkan sinar terhadap objek untuk bisa melihat, kemudian dibantah oleh ibn Al-Haytham karena justru matalah yang menangkap pantulan cahaya sehingga kita bisa melihat. Bahkan beliaulah yang memetakan bagian-bagian dari mata seperti iris, pupil, kornea dan retina. Temuan ini bukan hanya sekedar teori, akan tetapi Ibnu Al-haytham membuktikannya dengan sebuah eksperimen yang sederhana ketika itu menjadi dasar untuk penemuan kemera jaman sekarang. Pada kala itu disebut “Camera Obscura” dalam bahasa latin Camera artinya “Ruangan” dan obscura artinya “Gelap”. Dimanakan seperti itu karena Ibn Al-Haytam melalukan eksperimennya diruangan yang gelap saat beliau dipenjara.

Beliau dipenjara karena penguasa mesir pada kala itu memanggilnya untuk mengatasi banjir di sungai nil karena gagal Raja marah dan memenjarakannya. Justru dipenjara lah menjadi sebuah sejarah dari Ibn Al-Haytham bagi perkembangan dunia sains modern salah satunya adalah penemuan camera obscura.

Kita punya pemandangan indah gereja di luar jendela sekarang kalau kita tutup tirainya. Melalui lubang kecil yang saya buat di tirai ini saya bisa menangkap gambar gereja dilayar transparan ini, akan tetapi gambarnya terbalik. Seperti yang dijelaskan dan didemonstrasikan oleh Ibn Al-Haytham. Sekarang kalau saya biarkan bola mata melalui lubang ini. Saya bisa melihat gambar gereja itu lagi terbalik dibelakang retina.

Mr. San

Kalau menurut kalian temua dari Ibn Al-Haytham ini biasa saja perhatikan bahwa Ibn Al-Haytham bukan hanya menjelaskan cara kerja mata tapi sifat dari cahaya itu sendiri. Beliaulah yang pertama kali membuktikan bahwa cahaya berjalan di lintasan yang lurus sehingga beliau bisa menjelaskan pantulan cermin, pembiasan cahaya dan fenomena fenomena lainnya dan ini melibatkan semua temuan teknologi yang melibatkan cahaya Seperti kabel optic, laser, komunikasi satelit sampai akselerator partikel.

Saya penasaran apa yang dipikirkan Ibn Al-Haytham melakukan eksperimen dengan lilin dan kamera pinhole dia tidak akan membayangkan yang tejadi pada dunia setelah 1000 tahun. Saya pikir perjalannya cukup panjang tapi prinsipnya sama persis dengan apa yang dia pikirkan dikala itu

Mr. San

itu mengapa buku yang ditulis Al Haytham ini sangat berpengaruh untuk perkembangan sains modern. Apa yang kalian pelajari disekolah seperti cermin, pembiasan cahaya, lensa, cara kerja kamera, teleskop, mikroskop semuanya berasal dari buku yang usianya 1000 tahun ini, namu sayangnya Ibnu Al-Haytham tidak pernah disebutkan dibuku buku sekolah.

Bagi saya yang paling menajupkan adalah kita menganggap Newton sebagai bapaknya optic, Sementara buku ini berusia 1000 tahun yang lalu, 700 tahun sebelum Newton. Ini adalah diagramnya. Ini adalah lensa convex disini titik fokus dan ini semua garis cahaya, garis paralel dan sudut bias. ini dia buku 1000 tahun yang lalu.

Mr. San

Dan kalian juga perlu tau, buku yang beliau tulis tentang sains bukan cuma ini. Ibn Al-Haytham menulis lebih dari 200 buku. bukan hanya tentang optic berusia 1000 tahun tetapi tentang matematika, astronomi dan engineering. sayangnya sebagian besar bukunya hilang. Daftar buku beliau sayang masih terselamatkan.

  1. Kitab al-Manazir (Buku Optika): Dalam karya ini, Alhazen memeriksa dengan mendalam konsep penglihatan, cahaya, dan pembiasan cahaya. Penjelasannya tentang bagaimana mata manusia berfungsi dan hukum-hukum optik yang ia rumuskan tetap menjadi referensi penting dalam ilmu optik modern.
  2. Kitab al-Hay’ah (Buku Tentang Bentuk-Bentuk): Buku ini membahas geometri dan bidang matematika lainnya. Ia menjelaskan konsep-konsep geometri seperti perpotongan garis dan bidang, serta cara mengukur volume berbagai bentuk geometris.
  3. Kitab al-Jawahir (Buku Permata): Buku ini mencakup topik-topik dalam matematika, terutama dalam bidang bilangan dan perbandingan. Ia memainkan peran penting dalam pengembangan ilmu matematika.
  4. Kitab al-Shukuk ala Batlamyus (Buku Tentang Keraguan-Keraguan terhadap Ptolemaeus): Dalam buku ini, Alhazen mengkritik model geosentris Ptolemaeus yang mendominasi pemikiran astronomi saat itu. Kritikannya membantu membuka jalan untuk perkembangan pemikiran heliosentris.
  5. Kitab al-Qanun al-Mas’udi (Buku Kanon Mas’udi): Buku ini adalah sebuah ensiklopedia yang mencakup berbagai topik ilmu pengetahuan dan filsafat. Meskipun tidak lengkap, buku ini memberikan gambaran yang kaya tentang pengetahuan ilmiah di zaman itu.
  6. Kitab al-Hayawan (Buku Tentang Hewan): Dalam buku ini, Alhazen memeriksa berbagai aspek mengenai hewan, termasuk anatomi, perilaku, dan biologi hewan-hewan tertentu. Karya ini memberikan wawasan penting tentang ilmu biologi pada masa itu.
  7. Kitab al-Mizan al-Hikmah (Buku Timbangan Kebijaksanaan): Buku ini mencakup pemikiran dan filsafat Alhazen. Ia membahas berbagai konsep filsafat, etika, dan pengetahuan umum.
  8. Kitab al-Tasrif (Buku Tentang Pengobatan): Alhazen juga menulis tentang pengobatan dan ilmu kedokteran. Buku ini mencakup berbagai aspek pengobatan dan praktik medis pada zamannya.
  9. Kitab al-Isharat wa al-Tanbihat (Buku Tentang Petunjuk dan Peringatan): Buku ini adalah karya filsafat yang mencakup berbagai topik dalam epistemologi dan metafisika. Alhazen membahas berbagai konsep filsafat dan pemikiran intelektual dalam buku ini.

Sekali lagi mungkin bagi kalian nama Ibn Al-Haytham tidak sepopuler Newton atau Einstein asal kalian tau nama Ibnu Al-Haytham atau nama kawah Al-Hazen begitu pentingnya sampai nama beliau dijadikan nama salah satu kawah dibulan. Dan beliau juga diabadikan menjadi salah satu mata uang IRAK 10.000 Dinar.

Judul Film yang diputar di unesco untuk mengenang sejarah penemuan Ibn Al-Haytham: “1001 inventios dan the library of secret“. Ibnu Al-Haytham ada sebagai contoh bahwa seorang muslim juga berperan penting untuk pekembangan teknologi dunia. karyanya melampaui batas agama, batas negara dan batas waktu.

Bukunya mengubah segalanya, dan dia dianggab oleh banyak orang di dunia sebagai bapaknya optic modern, menurut saya lebih dari itu karena dia merupakan fisikawan terhebat dalam 2000 tahun antara Archimedes dan Isaac Newton.

Mr. San

Saya terus menerus mencari pengetahuan dan kebenaran, kemudia itu menjadikan keyakinan saya untuk mendapatkan pencerahan dan kedekatan dengan tuhan, tidak ada cara yang lebih baik selain mencari kebenaran dan pengetahuan.

Ibn Al-Haytham

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *